Ali Bin Al Hussein: Sang Pangeran Menantang ‘Raja’ FIFA

Ali Bin Al Hussein: Sang Pangeran Menantang ‘Raja’ FIFA

Ali Bin Al Hussein: Sang Pangeran Menantang 'Raja' FIFA

Agen Bola Maxbet, Jakarta – Lantaran durasi berkuasa yang telah sangatlah lama di FIFA, sebagian media barat menjuluki Sepp Blatter juga sebagai ‘Raja’. Th. ini Blatter bisa penantang seseorang pangeran yang datang dari Yordania.

Tersebut data serta kenyataan Prince Ali bin Hussein, seperti diambil dari Reuters :

* Lahir di Amman pada 23 Desember 1975.

* Pangeran Ali yaitu anak ketiga dari Raja Hussein di Jordania. Ibunya, Ratu Alia, wafat dalam kecelakaan helikopter pada Februari 1977, waktu itu Pangeran Ali baru berumur 15 bln..

* Istri Pangeran Ali lahir di Aljazair serta adalah bekas penyiar tv. Mereka saat ini dikaruniai dua orang anak.

* Pangeran Ali mengeyam pendidikan di Jordan, Amerika Serikat serta Inggris. Diluar itu dia juga mempunyai pangkat militer Mayor Jendral, di angkatan bersenjata Yordania.

* Di th. 1999 dia menjabat juga sebagai Presiden Asosiasi Sepakbola Yordania. Satu tahun lalu dia membangun Asosiasi Sepakbola Asia Selatan.

* Pangeran Ali juga di kenal dengan suksesnya meniadakan larangan pemain wanita menggunakan jilbab waktu terjun di pertandingan internasional.

* Pada th. 2011 Pangeran Ali dipilih juga sebagai wakil presiden AFC untuk mewakili Asia, serta jadi wakil presiden FIFA termuda selama histori (35 th.). Dia lalu juga dipilih juga sebagai wakil presiden AFC.

Baca Juga : Kekeliruan-kesalahan di Lini Belakang yang Mengubur Mimpi Dnipro

* Saudara wanita Pangeran Ali, Putri Haya, pernah 2 x jadi Presiden Asosiasi Equestrian Internasional. Sesaat saudara tirinya yaitu anggota Komite Olimpiade Internasional.

* Salah satu kampanye Pangeran Ali dalam pencalonan presiden FIFA yaitu : membalik piramida (kekuasaan) FIFA sekarang ini dengan berikan semakin banyak ‘power’ pada asosiasi sepakbola, pemain, pelatih, ofisial, fans, dan beberapa sponsor. Dia juga telah memberi detail program bagaimanakah ‘mengembalikan kredibilitas FIFA’.