Zlatan Ibrahimovic: Saya Gabungan Mike Tyson, Muhammad Ali, dan Bruce Lee

http://inflatableboat.info/wp-content/uploads/2020/07/Zlatan-Grimace-AP_571_855.jpg

AGEN BOLA ONLINE  – Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, melihat dirinya sebagai gabungan dari kekuatan Mike Tyson, Mohamad Ali, dan Bruce Lee. Karena itu, dia tidak melihat bakal ada pemain yang bisa menyerupai dirinya di masa depan.

Zlatan Ibrahimovic harus diakui masih berada di level atas walau sudah tidak muda lagi. AC Milan telah merasakan magis pemain 38 tahun sejak dikontrak pada Januari 2020 lalu.

Ibrahimovic memberi dampak besar bagi AC Milan. Secara teknis, dia membuat lini depan Milan makin tajam. Dari 11 laga yang dilakoni di Serie A, pria asal Swedia itu mampu menyumbangkan lima gol.

Dari sisi mental, beberapa pemain Milan telah memberi testimoni soal Ibrahimovic. Ante Rebic misalnya, dia mengakui jika kehadiran eks pemain PSG itu telah meningkatkan mental pemenangan di skuad Milan.

Zlatan Ibrahimovic bakal berusia 39 pada Oktober 2020 mendatang. Bukan usia yang muda. Dia juga belum pasti melanjutkan karir profesional pada musim 2020/2021. Ibrahimovic kini berada di senja karirnya.

BACA JUGA : Madrid Memang Menggoda, Tapi Van de Beek Sebaiknya Lihat Nasib De Jong Dulu

Jelang berakhirnya era Ibrahimovic, dia tidak melihat ada sosok yang bisa menggantikan dirinya di masa depan. Belum ada yang layak untuk disebut ‘the next Ibrahimovic’.

“Saya berharap akan ada satu demi sepak bola dan mereka yang masih bisa menikmatinya, tetapi saya tidak melihatnya,” ucap Ibrahimovic dikutip dari agen bola online.

“Ibrahimovic adalah striker paling lengkap dan saya masih belum melihat Ibracadabra lain.”

“Seseorang setinggi 1,96 m dengan kekuatan Mike Tyson, yang tahu bagaimana menari seperti Muhammad Ali dan cepat seperti Bruce Lee. Tidak, tidak ada yang lain,” tegas Ibrahimovic.

Di sisi lain, Ibrahimovic mengakui masih punya gairah besar untuk bermain sepak bola. Ibrahimovic tidak merasa performanya menurun. Bahkan, dia tidak pernah meminta keringanan pada sesi latihan dengan alasan faktor usai.

“Tidak, tidak di pagi hari. Saya merasa sulit untuk bangun. Tetapi ketika saya berlatih, saya berlatih. Saya tidak tahu, saya kira saya suka menderita saat latihan. Ketika saya menderita, saya merasa lebih baik.”

“Saya 38 tahun sekarang, tetapi ketika kita mulai berlari di Milanello saya tidak boleh melakukan yang kurang dari yang lain. Saya harus melakukan hal yang sama dan lebih karena itu yang ada di kepala saya,” tegas Ibrahimovic.